Pengertian Taktik dalam PES 2013

Posted by . on Jumat, 13 Maret 2015

Pada post sebelumnya saya sudah membagikan bagaimana cara melakukan taktik Tiki Taka namun tidak afdol jika tidak memberikan penjelasan tentang angka yang terdapat dalam formation PES 2013.


Yang pertama adalah Player Supports

Player Supports Adalah dukungan pemain lainnya saat kita mengusai bola.

1 – 6 : Defensive atau bertahan,para pemain bertahan atau tetap pada posisinya

7 – 13 : Balanced atau seimbang, para pemain lumayan merespon tapi masih dalam batas normal

14 – 20 : Offensive, para pemain cenderung cepat merespon.

Nilai yang rendah menyebabkan para pemain cenderung mempertahankan posisinya, dan disiplin mempertahankan posisinya, hal ini sangat cocok diteraokan bagi tim yang bermain bertahan. Nilai yang tinggi menyebabkan para pemain cenderung aktif dan kadang menimbulkan celah karena ditinggalkannya.


Support Range

Adalah menentukan bagaimana arah para pemain dalam membantu serangan.

1 – 6 : Narrow, teman satu tim cenderung bergerak maju saja, tidak melebar

7 – 13 : Medium, kondisi normal

14 – 20 : Wide, teman satu tim bergerak maju dan melebar mencari posisi kosong.

Nilai yang rendah hanya akan mebuat pilihan serangan menjadi terbatas di tengah , sulit untuk melakukan serangan dari sayap-sayap sedangkan nilai yang tinggi dapat menyebabkan pilihan atau rah serang lebih variatif bisa juga ke sayap-sayap. Akan tetapi pemain cenderung lebih mudah habis stamina karena terus bergerak jauh dari posisi awalnya dan juga membuat tim semakin rentan diserang balik.

Akan tetapi pemain cenderung lebih mudah habis stamina karena terus bergerak jauh dari posisi awalnya dan juga membuat tim semakin rentan diserang balik.
Position Switch

Mengatur perpindahan posisi antar pemain.

1 – 6 : Never atau tetap, pemain tetap komitmen pada posisinya, striker ya striker, gelandang tetap jadi gelandang. Pada saat striker mundur, di depan akan menjadi kosong.

7 – 13 : Occasional, kondisi normal

14 – 20 : Frequent , sering terjadi pergantian posisi untuk mempertahankan bentuk formasi. Bilamana pemain striker mundur ke belakang, otomatis AMF, SMF atau CMFnya maju ke posisi striker.

Tip yang bisa kami berikan dalam elemen taktik PES 2013 ini adalah mempelajari Player ID atau attribute pemain. Frequent lebih cocok untuk digunakan pada sebuah tim yang karakter pemainnya memiliki ciri khas yang serupa, seperti FC Barcelona dimana rata-rata semua memiliki speed dan dribble yang sangat bagus
.
Attacking Style

Adalah menentukan daerah penyerangan.

1 – 6 : Outwide, Tim akan fokus menyerang dari suatu sisi lapangan. Pemain di tengah seperti CMF akan cenderung diam mempertahankan posisi.

7 – 13 : medium, kondisi normal

14 – 20 : down middle, fokus serangan akan berada di tengah formasi. pemain sayap atau gelandang samping cenderung menghindari gerakan-gerakan overlap dan overlap malah terjadi di tengah.

Banyak yang salah pengertian di PES 2013 mengenai Attacking Style ini. Bilamana kita ingin bermain melebar bukan berarti harus memilih Outwide Attacking Style, cukup di set di medium saja. Outwide menyebabkan pemain di samping lebih maju daripada pemain tengah, terkadang malah membuat lebih sukar menentukan timing untuk crossing.

Pressing
Adalah pergerakan pemain dalam merebut bola.

1 – 6 : Loose, Dalam bertahan, para pemain akan mengikuti formasi yang ditetapkan dan menjaga jarak dari pemain lawan

7 – 13 : medium, kondisi normal

14 – 20 : tight, dalam bertahan para pemain cenderung mendekati pemain lawan. Hal ini akan menyebabkan pemain kita menjadi lebih mudah memotong operan lawan dan lawan kesulitan mencari pemain yang bisa dioper

Ada dua tip yang bisa kami berikan di sini. Pertama adalah menghindari loose pressing karena para pemain akan terlihat seperti malas dan bodoh membiarkan lawan mengoper bebas ke mana pun juga.
Tip kedua adalah menghindari tight pressing berlebihan (18-20), stamina para pemain yang akan cenderung mudah terkuras, dan formasi kita bisa berantakan karena orientasi para pemain adalah menjaga orang bukan formasi.

Defensive Line
adalah orientasi barisan pertahanan kita dalam menentukan garis offside.

1 – 6 : deep, barisan pertahanan akan cenderung tetap di dekat box pinalty kita. Cara ini sangat efektif dalam mematikan serangan balik lawan, dan juga efektif meredam kecepatan penyerang lawan. Kelemahan utama adalah membiarkan pemain tengah lawan mengembangkan kreatifiitas, dan menyebabkan tim menjadi lemah terhadap long shoot dan crossing.

7 – 13 : standard, kondisi normal

14 – 20 : high, barisan pertahanan maju dan berada di garis tengah. Cara ini efektif dalam mempertahankan possesion bola dan juga menekan pemain tengah lawan. Kelemahan utama cara bertahan seperti ini sangat mudah, bila ada pemain lawan yang punya kecepatan tinggi dan lepas, langsung menjadi kondisi 1 vs 1 dengan kiper kita.

Compactness
Adalah orientasi formasi kita dalam berdiri, apakah terpusat mengumpul di tengah atau melebar. Perbedaan dengan player support adalah sifat pelaksanaannya. Compactness berlaku setiap saat pada saat bola dalam penguasaan kita ataupun lawan. Karena itu aplikasinya lebih signifikan dalam bertahan.

1 – 6 : narrow, formasi kita menjadi padat berkumpul di tengah. Tengah menjadi padat sukar ditembus, tapi lawan di sisi cenderung bergerak bebas.

7 – 13 : standard, kondisi normal

14 – 20 : Wide, formasi kita melebar mengikuti lebar lapangan. Pemain-pemain kita bisa menutup semua sisi lapangan, dan cepat mencari posisi untuk menerima operan, tetapi formasi jadi banyak celah dan mudah diacak-acak pemain lawan

Blog, Updated at: 17.27

3 komentar: